Melihat 4 Trend Data Center di Penghujung Tahun 2016

trend data center 2016

Meningkatnya pemakai ponsel pintar mendorong perkembangan aplikasi baru secara konstan. Ekspansi jaringan mobile ke masyarakat yang sebelumnya kurang atau sama sekali belum terlayani mendorong pertumbuhan data secara eksponensial. Untuk mengatasi ledakan data, di tahun 2016 terdapat trend data center yang berasal dari dorongan tersebut.

Trend Data Center 2016

Semakin banyak data center baru yang sedang dibangun oleh raksasa Internet dan tren ini akan terus berlanjut. Demikian di Indonesia, kebutuhan data center terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan data. Namun, hanya membangun fasilitas yang lebih besar dan lebih besar bukanlah satu-satunya jawaban. Ada 4 trend data center yang akan semakin diadopsi dalam proyek pembangunan data center baru:

  1. Data Center Modular

    Merupakan data center yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh vendor. Perangkat infrastruktur data center modula ada juga yang dikemas dengan sistem kontainer yang tidak memakai bangungan gedung data center seperti biasanya. Tidak diragukan lagi, ini merupakan cara terbaik untuk memaksimalkan kemampuan data center. Beberapa alasan memakai Data center modular antara lain :

    ♦ Dapat di install lebih cepat
    ♦ Ekspansi mudah tanpa mengganggu operasi yang sedang berjalan
    ♦ Kontrol kualitas yang lebih tinggi selama konstruksi
    ♦ Kemampuan untuk pra-test semua sistem sebelum penyebaran di lapangan
    ♦ Kebutuhan waktu penyelesaian dapat terukur
    ♦ Efisiensi anggaran fasilitas pembangunan

    Hal ini juga satu-satunya cara yang menjamin dalam membangun modular data center di negara-negara berkembang di mana teknologi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas teknologi tinggi masih sedikit.

    Namun, penting untuk membedakan antara solusi berbasis kontainer dan sistem prefabrikasi yang lebih fleksibel. kontainer ISO memiliki satu keuntungan dalam pengadaan yang sangat cepat, tapi ruang internal sangat terbatas dan tidak menawarkan fleksibilitas apapun yang merupakan masalah nyata untuk sebagian besar operator data center, terutama dengan kecenderungan rak tinggi dan kepadatan daya yang lebih tinggi di setiap rak.

    Sebaliknya, solusi prefabrikasi lebih menawarkan fleksibilitas tak terbatas dalam hal kebutuhan ruangan dan dapat dibangun dengan ketinggian langit-langit hingga lima meter untuk mengakomodasi generasi terbaru rak yang lebih tinggi.

    Permintaan untuk fleksibel modular data center telah meningkat di seluruh dunia.

  2. Arus Listrik DC Bertegangan Tinggi

    Kebanyakan server memerlukan DC untuk beroperasi dan DC 48V akan menjadi standar ideal. Namun, karena meningkatnya hilangnya daya pada kabel tegangan rendah (terutama jarak yang lebih jauh) membuat 48V DC menjadi semakin kurang layak. Hasilnya adalah bahwa sebagian besar rak server hari ini dimulai dengan umpan AC yang kemudian diubah oleh AC ke DC converter dibangun ke setiap server. Hal penting pada masalah ini adalah bahwa setiap konversi meningkatkan inefisiensi, sehingga dapat berdampak negatif pada fasilitas efektivitas penggunaan daya (PUE).

    Masalah ini dapat diatasi menggunakan campuran peralatan yang beberapa dinyalakan menggunakan arus AC dan beberapa menggunakan 48V DC dan berdasar perkembangan di bidang DC 380V. Solusi High Voltage 380V DC bila dibandingkan dengan 48V DC dapat mengurangi biaya, dan dapat mengurangi penggunaan kabel tembaga, membutuhkan ruangan yang sedikit dan menyederhanakan penyebaran.

    Keuntungan besar yang dapat terlihat dari solusi ini adalah cara inovatif menghilangkan kebutuhan untuk switchgear, yang sering dapat menjadi titik tunggal kegagalan. Dengan demikian 380V DC terlihat menjadi solusi ideal untuk masa depan. Sebagian peralatan listrik lainnya dan produsen server mulai mengadopsinya sebagai standar.konsultan sertifikasi data center

  3. Edge Data Center

    Fasilitas data center dapat dapat mengatasi volume lalu lintas besar. Tapi seperti memperluas jaringan penyebaran secara geografis untuk lebih dekat ke konsumen, dan mengatasi latency jaringan akan menjadi isu utama. Untuk mengatasi ini, akan ada peningkatan jumlah Edge Data Center yang dibangun untuk lebih dekat ke konsumen yang mereka layani. Awalnya akan digunakan sebagai data center mikro (untuk kantor cabang perusahaan-perusahaan besar atau institusi pemerintahan daerah) dan kemudian ditingkatkan ke fasilitas penuh karena pertumbuhan lalu lintas terus bertambah.

    Sebuah contoh yang baik dari sebuah perusahaan untuk lebih dekat dengan konsumen adalah seperti Netflix. Netfilix menggunakan edge data center untuk mengatasi ketidakmampuan dalam melayani streaming yang mereka berikan kepada konsumen dengan lokasi lebih jauh. Para pengguna netflix sering mengalami latency yang cukup parah dalam menonton film favoritnya. Sebelumnya, semua konten mereka berada di Amazon Web Services (AWS) cloud dan Google. Dengan undang-undang baru di beberapa negara yang mewajibkan data harus disimpan di dalam perbatasan negara mereka, maka trend Data Center Edge ini akan semakin meningkat selain fungsinya untuk dapat lebih dekat diakses oleh pelanggan yang berlokasi jauh dari data center yang sudah ada.

    Bahkan, trend data center mengalami peningkatan permintaan untuk edge data center. Edge data center merupakan salah satu pendorong prefabrikasi data center modular menjadi sebuah tren data center yang disebutkan di atas. Hal ini merupakan pendekatan yang ideal untuk operator yang membutuhkan cara cepat menyebarkan beberapa fasilitas regional atau nasional yang berukuran lebih kecil yang kemudian dapat tumbuh seiring perkembangan bisnis mereka.

  4. Casis dan Rak Server Kustom

    Internet raksasa seperti Alibaba dan Facebook merancang rak server dan casis mereka sendiri. Casis modular dapat mencakup beberapa rak server, pasokan listrik, distribusi tenaga listrik dan sistem pendingin. Sebab umum dalam penggunaan desain khusus seperti ini adalah untuk meminimalkan biaya, mengurangi kerugian daya dan memaksimalkan jumlah server di setiap rak (kepadatan rak server).

    Untuk data center skala besar, penggunaan rak kustom dapat menghemat biaya operasional yang cukup besar. Menariknya, Open Compute Project secara gratis berbagi informasi ini dan beberapa produsen sudah mulai memproduksi rak terbuka dan chassis sesuai dengan spesifikasi tersebut. Bahwa pendekatan ini mungkin menjadi standar industri masa depan untuk sebuah data center raksasa.

Itulah empat tren data center dan ICT yang sudah terlihat sekarang. Industri data center selalu didorong oleh inovasi dan evolusi setiap waktu. Demikian pula di Indonesia data center akan semakin cerah dengan penerapan kedaulatan data dan dukungan pemerintah dalam menggunakan teknologi informasi untuk semua lapisan.

 

Komentar ditutup.