Transformasi Digital Bisnis Asuransi di Indonesia, 2019

Transformasi Digital Bisnis Asuransi di Indonesia, 2019
Transformasi Digital Bisnis Asuransi di Indonesia, 2019

Setiap perusahaan nampaknya memang harus menjadi perusahaan digital. Demikian industri asuransi yang semakin terguncang oleh hadirnya InsurTech. Transformasi digital bisnis Asuransi seharusnya sudah bukan merupakan pembicaraan di ruang meeting, akan tetapi harus mulai dilakukan.

Di tahun 2019 ini, beberapa perusahaan asuransi di Indonesia sudah mulai melakukan transformasi digital. Sebagai salah satu contoh adalah Sequis Life yang mulai transformasi digital bisnis asuransi mereka. Sequis Life melakukan transformasi digital bisnis asuransi untuk memudahkan pengguna asuransi dalam membeli polis asuransi.

Dengan melakukan transformasi digital, bisnis asuransi dapat mengembangkan layanan mereka melalui inovasi digital.

Transformasi Digital Bisnis Asuransi

Mengembangkan layanan bisnis, perusahaan asuransi dapat berkolaborasi dengan startup digital lainnya. Misal, jasa asuransi perjalanan dapat bekerjasama dengan perusahaan transportasi online dan tiket online. Kemudian, biaya asuransi dihitung berdasar jarak tempuh perjalanan. Dan disinilah pentingnya integrasi API yang lancar dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan operasional.

Transformasi digital bisnis asuransi harus didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang handal. Artinya, dalam keadaan apapun, operasional harus tetap dapat berjalan. Ini akan memerlukan sarana disaster recovery yang memiliki ketersediaan 99.99% (Tier III Data Center).

Selain itu, dalam penggunaan cloud, perusahaan asuransi harus lebih fleksibel. Ini artinya, dalam proses transformasi digital bisnis asuransi harus berani menggunakan hybrid ataupun multi cloud. Lingkungan tersebut dapat di otomatisasi dan di orkestrasi sesuai kebutuhan dan event.

Penggunaan container micro service juga sudah menjadi suatu keharusan. Infrastruktur ini dapat membantu perusahaan asuransi dalam pengembangan aplikasi, pengujian dan operasional. Tanpa wadah micro service seperti docker, maka sistem akan lebih sering berpotensi mengalami downtime.

Beberapa perusahaan asuransi lainnya di Indonesia juga telah memasuki tahap siap mengeluarkan layanan baru dalam bentuk digital. Dibidang kesehatan, perusahaan asuransi banyak yang menawarkan diskon polis asuransi jika para pemegang polis menggunakan aplikasi yang dapat berikan laporan real-time mengenai aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan para pemegang polis.

Dari paparan di atas, kita dapat menebak kemana arah bisnis asuransi di Indonesia kedepannya. Keterlambatan dalam melakukan transformasi digital, bisnis asuransi dapat semakin ditinggalkan. Persaingan akan terjadi pada seputar inovasi digital dengan mengeluarkan layanan asuransi atau fitur-fitur terbaru.

Kerjasama Dengan FinTech

Dalam kancah transformasi digital bisnis asuransi, kerjasama dengan aplikasi atau bidang bisnis lain dapat memberikan keunggulan kompetitif. Perusahaan asuransi dapat mengikat kerjasama dengan perusahaan FinTech untuk memberikan kemudahan dan kecepatan dalam hal pembayaran polis asuransi.

Selain itu, kerjasama dengan perusahaan fintech dapat memungkinkan bisnis asuransi memberikan layanan tanpa harus bekerjasama dengan penyedia layanan travel online seperti tiket.com dan taveloka. Misal, jika seseorang akan melakukan perjalanan, maka mereka melalui saldo digital dapat mengambil layanan asuransi perjalanan on demand yang Anda sediakan.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, perusahaan Asuransi perlu menyiapkan infrastruktur digital yang selalu dapat diandalkan. Ini karena untuk skala enterprise, downtime bukan merupakan pilihan. Oleh karena itu, perusahaan Asuransi dalam era digital harus menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Dengan kemampuan orkestrasi di back-end dan front-end, maka kelancaran dan keamanan dapat terus terjaga. Hal ini sangat diperlukan dalam proses integrasi dengan sistem dan aplikasi lainnya melalui API.

Pada akhirnya, kolaborasi integrasi API, orkestrasi dan otomatisasi akan menjadi domain yang paling aktif dalam transformasi digital bisnis asuransi. Dan ini sudah mulai bergerak sejak awal 2019.

Segeralah Bertransformasi Digital

Kedepannya, perusahaan asuransi akan semakin dituntut untuk terus melakukan inovasi. Kemudahan layanan dan ke akuratan telematika akan menjadi faktor utama untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Dan kita dapat bayangkan apa yang akan dihadapi oleh perusahaan asuransi yang terlambat dalam melakukan transformasi digital.

Perusahaan asuransi dapat memulai dari transformasi infrastruktur teknologi informasi terlebih dahulu. Sertakan perusahaan jasa konsultan yang telah berpengalaman dalam mengantarkan banyak perusahaan dalam bertransformasi digital.

Dengan cara tersebut, bisnis Asuransi akan semakin cepat menjangkau pasar baru melalui produk atau layanan terbaru.

Apalagi untuk BPJS, transformasi digital seharusnya dapat memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban dan mendapatkan hak atas layanan kesehatan. Tentunya hal ini dapat dipahami dengan pemahaman transformasi digital yang benar.

Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan dan menggerakkan anda untuk setidaknya meninjau ulang infrastruktur teknologi informasi Anda untuk kesiapan dalam bertransformasi digital.

Mungkin tidak lama lagi akan bermunculan aneka layanan asuransi yang dapat membuat layanan asuransi tradisional semakin menurun penggunanya.