Perencanaan dan Prosedur Pemulihan Bencana Dari Para Ahli

Perencanaan dan Prosedur Pemulihan Bencana untuk data Center Perusahaan

Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan meluas pada bisnis yang memiliki data center di wilayah yang terkena dampak. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki rencana dan prosedur pemulihan bencana yang efektif untuk mengatasi risiko. Untuk perusahaan dengan infrastruktur IT yang besar, disarankan menggunakan colocation pada data center yang mendukung sebagai disaster recovery center.

Studi Kasus Pemulihan Bencana Banjir di Inggris

Kita semua tahu bahwa komputer tidak dapat terkena air. Jadi setiap tahun ketika kita melihat berita bahwa seluruh kota-kota atau daerah di Inggris tergenang banjir, apakah itu di York, Manchester, Leeds atau Cumbria – para CIO, CTO dan manajer IT harus segera turun tangan.

Namun, (menurut penelitian oleh Zenium Technology Partner) setengah dari semua perusahaan di UK yang mengoperasikan infrastruktur data center sendiri mengakui bahwa mereka tidak siap untuk bencana alam. Dengan kata lain, peristiwa cuaca ekstrim memiliki potensi untuk menimbulkan masalah besar terhadap operasi perusahaan mereka.

Mengambil pelajaran dari data center Vodafone di Leeds. Mereka sempat terjebak dalam banjir musim dingin di wilah Utara Inggris. Kerusakan tesebut menyebabkan komunikasi suara dan data para pelanggan menjadi terputus-putus. Total kerusakan banjir di tersebut diperkirakan lebih dari £ 5 milyar atau sekitar Rp. 80 triliun. Disini kita dapat menilai bahwa perencanaan dan prosedur pemulihan bencana yang efektif dapat mengurangi risiko biaya besar.

Bagi para manajer IT, tentus saja relokasi infrastruktur adalah salah satu pilihan. Namun, hal ini biasanya cukup menguras biaya dan memakan waktu. Juga tidak memberikan jaminan keamanan, kecuali jika anda menjalankan dua pusat data secara paralel untuk menjaga dari kehilangan data. Disini dapat kita pahami pentingnya memanfaatkan fasilitas disaster recovery center sedini mungkin.

Ketika tahun lalu Solihull Metropolitan Borough Council memutuskan untuk mindahkan data center mereka, proses ini dilaporkan menghabiskan £ 1 juta atau sekitar Rp. 15 milyar. Namun, ada alternatif lain. CIO, CTO dan manajer IT dapat mempersiapkan perencanaan dan prosedur pemulihan bencana. Alternatif tersebut adalah melakukan kemitraan dengan konsultan perencana infrastruktur data center yang berpengalaman dan ahli dalam prosedur pemulihan bencana.

Pelajaran Yang Dapat Diambil

Perlu pemahaman terhadap proses bisnis penting yang perlu dilindungi. Juga harus dapat memahami bagaimana cara pemulihan saat ada kejadian. Perencanaan yang baik akan menempatkan solusi yang efektif di perusahaan anda. Sehingga dapat memulihkan semua proses bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan, berkat penyimpanan data yang tersimpan pada fasilitas disaster recovery center.

Situasi darurat dapat terjadi pada setiap lokasi usaha. Perencanaan juga harus memiliki proses jelas terperinci agar manajemen IT  dapat lebih proaktif dalam mengendalikan semua kegiatan pemulihan bencana. Perusahaan tidak dapat mengembangkan proses tersebut dengan cepat. Paling tidak yang harus mereka lakukan adalah lebih dari sekedar memecahkan masalah mereka sendiri. Mereka juga harus memikirkan dampak negatif akibat kegagalan operasional IT mereka. Dengan memiliki perencanaan dan prosedur pemulihan bencana, perusahaan dapat erhindar dari dampak fatal terhadpa bisnis.

Otoritas Bandara di India Tenggara Berhasil Menghadapi Banjir

Kejadian banjir yang terjadi tahun lalu di India Tenggara merupakan salah satu contoh studi kasus yang dapat kita pelajari bersama. Ini tentang bagaimana bencana alam dapat menyerang IT, dan bagaimana memulihkan bisnis. Selama bulan Desember wilayah tersebut mengalami hujan terlebat yang pernah terjadi dalam satu abad. Lebih dari 1.000 mm curah hujan, mengakibatkan banjir parah di India Tenggara.

Landasan pesawat dan apron di Chennai terendam banjir yang menyebabkan terminal pesawat kehilangan daya listrik. Ini memiliki implikasi luas. Infrastruktur IT di Chennai bukan hanya mendukung bandara lokal, tetapi juga lebih sembilan bandara di seluruh negeri yang akhirnya menjadi terhenti.

Namun, otoritas yang mengoperasikan bandara ini telah mempersiapkan diri terhadap kejadian tersebut. Sebelumnya pihak otoritas bandar telah menggandeng sebuah konsultan IT untuk mengembangkan dan menyiapkan rencana pemulihan bencana yang komprehensif.

Hasilnya, sembilan dari 10 bandara bisa beroperasi online hanya dalam waktu 15 menit. Operasional data center di Chennai langsung dialihkan ke disaster recover center di Kolkata. Berkat program pemulihan bencana ini, gangguan jaringan bisa cepat diisolasi.

Rencana pemulihan bencana terhadap koneksi internet bisa dialihkan. Ini dengan membuat koneksi VPN darurat untuk memungkinkan operasi dan menghindari komplikasi lebih lanjut.

Tips Para Ahli Untuk Pemulihan Bencana

Untuk melindungi bisnis terhadap potensi kerugian dan untuk memastikan efektifitas proses pemulihan saat terjadi bencana alam, para ahli pemulihan bencana memiliki beberapa tips. Dibawah ini merupakan praktik terbaik solusi disaster recovery yang dapat anda terapkan.

Aplikasi Kritis dan Rencana Pemulihan Bencana

Sebuah evaluasi menyeluruh dari skenario potensi bencana termasuk banjir, gempa bumi dan pemadaman listrik, harus ditinjau.

Siklus Rencana dan Prosedur Pemulihan Bencana

Berikut penilaian, rencana yang harus dikembangkan agar dapat mendokumentasikan tanggung jawab, prosedur dan checklist yang akan digunakan dalam mengelola dan mengendalikan situasi berikut keadaan darurat atau krisis terjadinya.

  • Prosedur Pelaksanaan

    Sebagai bagian dari rencana pemulihan bencana ini, sistem informasi penting harus didukung secara real-time pada disaster recovery data center. Proses ini merupakan bagian penting untuk menghindari downtime dan potensi kehilangan data.

  • Pengujian

    Rencana pemulihan bencana harus diuji secara teratur untuk memastikan bisnis memiliki kemampuan dalam melanjutkan setiap proses bisnis penting saat terjadi bencana. Ini akan melibatkan keteraturan dalam pemeriksaan parameter, peninjauan tujuan pengelolaan dan mengevaluasi kriteria pengukuran serta metodologi. Pengujian in ijuga memvalidasi waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui efektivitas keseluruhan rencana pemulihan bencana saat ini.

  • Pemeliharaan Rencana

    Pemeliharaan rencana pemulihan bencana sangat penting. Proses bisnis terbaru harus masuk dalam rencana, sehingga dapat ikut dipulihkan. Semua yang dapat terkena dampak dari kegagalan proses harus dapat dipahami dengan baik. Penyiapan daftar stakeholder dan prosedur yang mengatur pemulihan up-to-date harus ada. Rencana pemulihan perlu disimpan di sinkronkan dengan perubahan bisnis.

Prosedur Pemulihan Bencana

Saat terjadi bencana, kegiatan pemulihan dapat dilakukan dengan pendekatan bertahap yang lebih ditekankan pada aplikasi kritis secara efektif dan efisien.

  • Tahap I

    Memindahkan operasi ke situs cadangan untuk pemulihan bencana dan pusat operasi darurat (disater recovery center site dan BCP office).

  • Tahap II

    Untuk memulihkan fungsi bisnis yang penting, kembalikan aplikasi kritis dan konektivitas jaringan kritis di Disaster Recovery Center. Memulihkan sistem dan jaringan sangat penting untuk kelangsungan bisnis Anda.

  • Tahap III

    Mengembalikan kegiatan pengolahan data ke fasilitas data center utama atau lokasi alternatif. Bisnis dihadapkan dengan berbagai bencana setiap harinya. Hanya mereka yang telah berkembang secara memadai dalam mempraktekan rencana dan prosedur pemulihan bencana yang akan bertahan.

 

Tanpa proses yang cukup di perusahaan anda, bisnis anda seperti memainkan “Rolet Rusia”. Risiko yang dapat terjadi tidak hanya kehilangan pendapatan dan data penting, tetapi juga dapat merusak hubungan dengan pelanggan. Namun banyak organisasi membiarkan infrastruktur IT merka bergantung pada rencana pemulihan bencana yang sudah lama tidak di update.

Indonesia Disaster Recovery Center Site

Kesimpulan dan Saran:

Dalam mempertahankan bisnis, maka perencanaan strategis merupakan hal penting. Libatkan konsultan infrastruktur data center yang ahli dalam prosedur pemulihan bencana untuk menilai secara independen dan menguji rencana kontingensi Anda.

Hari ini, Data Center merupakan jantung dari sebagian besar aktifitas perusahaan. Tanpa rencana pemulihan bencana, perusahaan tidak dapat bertahan hidup pada bencana alam berikutnya. Ambil contoh kasus pada bandara di Chennai, mereka secara mulus dapat melakukan mitigasi bencana. Hal serupa dapat terjadi pada Bandara Indonesia, terutama yang sekitar nya rawa dan sedang menghadapi curah hujan tinggi.

Komentar ditutup.