Layanan Cloud Memberikan Peluang Pertumbuhan Bisnis Colocation

Layanan Cloud Memberikan Peluang Pertumbuhan Bisnis Colocation

Munculnya komputasi awan telah membawa perubahan besar dalam cara perusahaan menggunakan teknologi informasi. Terlepas dari ukuran pengelolaan kemampuan infrastruktur dan pengelolaan teknologi informasi mereka. Tapi dari semua pendapat tersebut, di belakang teknologi cloud adalah sebuah fasilitas data center. Inilah sebabnya peluang pertumbuhan bisnis colocation masih terus berlanjut.

Kesalahpahaman Terbesar Dalam Industri TI

Retorika bahwa industri data center yang menurun adalah salah satu kesalahpahaman terbesar dalam industri TI, menurut Greg McCulloch, CEO Data Aegis. Bahkan ia menyatakan sebaliknya, mengatakan ruang colocation semakin dibutuhkan sebagai garis depan untuk mendukung tren teknologi baru dan inovatif termasuk layanan cloud dan pertumbuhan volume data, di sejumlah pasar yang dinamis dan progresif.

Semakin hari, semakin banyak penyedia cloud mencari kestabilan, kawin silang terbaik, dan bermitra dengan para penyedia fasilitas colocation server dalam hal infrastruktur TI dan layanan dukungan yang terkait. Terkadang hal tersebut perlu mereka lakukan untuk memenuhi persyaratan yang diterapkan masing masing negara. Misal pada isu kedaulatan data dimana perusahaan yang beroperasi di suatu negara di wajibkan menempatkan server di negara tersebut. Kebutuhan ini di timbulkan karena pertumbuhan volume data ditambah.

Virtual dan augmented reality telah menjadi topik hangat di tahun 2016. Hal ini dapat terlihat pada keberhasilan permainan seperti Pokemon Go. Aplikasi dan perangkat Virtual Reality semakin merebak memberikan fungsi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Jelas hal tersebut akan menyebabkan kebutuhan penyimpanan data semakin meningkat. Penyedia data center memiliki infrastruktur yang diperlukan, konektivitas dan kapasitas penyimpanan di tempat untuk menangani tuntutan teknologi baru ini.

Peluang Pertumbuhan Bisnis Colocation di Indonesia

Dengan masuknya pemain besar seperti Equinix (DCI Indonesia), ini menandakan keyakinan terhadap pertumbuhan pasar colocation server di Indonesia. Bisnis penyewaan ruangan server ini memang sedang tumbuh di Indonesia. Tidak seperti di Amerika, pemain besar semakin banyak meng-akuisisi data center yang lain untuk memperkuat bisnis mereka.

Indonesia masih pada fase “Stand Out” dalam indeks evolusi digital, artinya pertumbuhan industri digital masih sedang terjadi. Pertumbuhan industri digital di Indonesia masih jauh dari titik jenuh, karena biaya internet yang masih belum dapat dijangkau banyak orang. Hal ini disebabkan karena operator telekomunikasi masih lebih banyak “mengimpor” bandwidth untuk koneksi ke luar negeri. Tentunya jika pemerintah Indonesia telah kembali pada penegakan prinsip kedaulatan data, maka biaya internet dapat menurun perlahan.

Dari kedua hal tersebut diatas (pertumbuhan industri digital dan penegakan kedaulatan data) dapat diambil kesimpulan bahwa hal tersebut akan meningkatkan permintaan colocation Indonesia. Akan banyak penyedia layanan di luar negeri yang membutuhkan penempatan server di Indonesia, baik untuk penuhi persyaratan maupun untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat pada para pengguna di Indonesia. Pasar colocation Indonesia saat ini pun terus bertambah. Seperti DCI Indonesia yang terus menambah perluasan kapasitas fisik fasilitas data center mereka.