Pentingnya Disaster Recovery untuk Seluruh Jenis Usaha

Pentingnya Disaster Recovery untuk Seluruh Jenis Usaha

Tahun 2017 Indonesia memasuki era Digitalisasi Bisnis. Perusahaan akan semakin banyak mengalami kegagalan sistem, inilah pentingnya disaster recovery. Seberapa besar pun usaha anda dalam mencegah downtime, namun akan tetap saja terjadi. Sebab downtime tidak dapat terduga, hal ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi informsai yang mana telah menggantikan beberapa perangkat usang yang sudah di pakai dari lebih lima tahun terakhir ini. Kemungkinan ketidak cocokan sistem dan konfigurasi mungkin saja terjadi. Dan downtime merupakan hal yang harus diatasi sebaik mungkin.

Era Digital Semakin Membutuhkan Pengujian Rilis Software

Dalam era yang semakin mobile, banyak telah merubah prilaku pasar dan cara kerja orang di kantoran. Dalam mempertahankan pasar, setiap perusahaan harus beradaptasi cepat dengan perubahan. Apalagi jika perubahan itu merupakan suatu perkembangan teknologi yang membawa dampak positif dan bersifat masive.

Otomatis seluruh bisnis akan terdorong untuk memperbarui infrastruktur IT mereka. Hal ini ditujukan agar dapat mencapai peningkatan kinerja operasional karyawan dan peningkatan pengalaman pengguna. Pada akhirnya, dalam era ekonomi digital ini, perusahaan yang lebih cepat merespon perubahan dengan menggelar fitur atau modul baru maka mereka yang akan paling cepat meraih pasar. Jika tidak tidak dilakukan, perusahaan startup mulai bermunculan dan dapat menggerus pangsa pasar perusahaan anda.

Inovasi merupakan solusi kondisi ekonomi saat ini yang lebih di dorong dengan teknologi digital. Mulai dari pertambangan hingga produk virtual, semua terkena pengaruh perkembangan teknologi ini. Dalam melempar fitur baru ke pasar, tim pengembang harus melakukan pengujian. Pengujian tersebut dapat berdampak pada sistem yang sedang berjalan jika tidak dilakukan dalam kerangka kerja DevOps.

Penyerapan DevOps di ASEAN tergolong cukup lambat di tahun 2016 ini. Mungkin di tahun 2017 kita akan melihat lebih banyak perusahaan yang akan mengalami kegagalan sistem, walau tidak ada angin dan tidak ada hujan sekalipun. Ini bukanlah merupakan suatu fenomena ajaib, akan tetapi ini merupakan konsekuensi dari tidak diterapkannya kerangka kerja DevOps. Para perusahaan startup, mereka memulai dengan konsep Agile dan DevOps, itu yang membuat bisnis mereka cepat meroket.

DRaaS Merupakan Jawaban Akan Pentingnya Disaster Recovery

Meskipun DevOps telah diterapkan, bukan berarti perusahaan akan terbebas dari kegagalan sistem 100%. Hanya saja faktor kesalahan manusia sebagai penyebab menjadi lebih berkurang. Dimana pengujian lebih sering dilakukan, ada baiknya para pimpinan perusahaan terutama pimpinan IT/CIO/Head of IT memiliki sistem cadangan.

Solusi Disaster Recovery as a Solutions (DRaaS) merupakan langkah awal yang paling masuk akal untuk menangani downtime. Sehingga, tim pengembang dan tim operasional tidak terlalu menanggung beban kesalahan ketika terjadi kegagalan sistem. Pentingnya disaster recovery ini mencakup seluruh jenis usaha yang ada, baik usaha kecil maupun menengah. Dengan DRaaS perusahaan menengah dapat menikmati bebas stress dari kegagalan sistem.

Konsep DRaaS ini hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit untuk mengalihkan operasional IT dari sistem utama ke sistem cadangan di DR Site. Anda dapat mencadangkan keseluruhan sistem dan data, atau pun sebagian, provider DRaaS Indonesia dapat memberikan saran terbaik untuk anda.

Dari kasus kegagalan sistem data center perusahaan penerbangan “Delta” kita dapat melihat jumlah kerugian yang dialami tidak sebanding dengan biaya DRaaS. Ini bukan karena perusahaan tersebut tidak memiliki sistem pencadangan. Walaupun perusahaan memiliki sistem dan data cadangan di suatu data center milik provider data center, ini tidak menjamin sistem pemulihan dapat berjalan sesuai rencana. Kejadian ini termasuk sebagai kasus paling menarik di sepanjang tahun 2016.

Terkadang jika kita menggunakan Cloud, dengan penerapan biaya on demand, ketika terjadi kegagalan sistem ternyata ada beberapa  unit infrastruktur yang tidak di cadangkan. Tentunya hal inilah yang dapat menyebabkan kegagalan pemulihan.

Biaya dan kerugian yang diakibatkan oleh downtime dapat memukul perusahaan sekitar Rp. 1 milyar hingga belasan milyar per jam. Seluruh jenis dan ukuran perusahaan, akan sangat bijaksana jika memiliki solusi mengatasi downtime, baik dengan DRaaS atau dengan Solusi Lengkap Disaster Recovery pada sebuah data center yang kuat dan dapat diandalkan secara personal, team, dan perusahaan.

idpro asoasiasi data center indonesia

Kesimpulan:

Era transformasi digital telah mendorong kebutuhan untuk lebih sering dan lebih cepat melempar fitur baru ke pengguna internal dan pelanggan. Solusi DRaaS dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi kegagalan sistem di perusahaan anda akibat kesalahan konfigurasi atau ketidak cocokkan versi. Sehingga, para CIO / pimpinan IT tidak perlu khawatir lagi dengan kegagalan sistem yang menghantui mereka selama ini. Semoga dengan pemaparan pentingnya disaster recovery untuk perusahaan anda ini dapat menjadi bahan acuan untuk segera menerapkan kerangka kerja DevOps di lingkungan anda.

Be the first to comment on "Pentingnya Disaster Recovery untuk Seluruh Jenis Usaha"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*