Penerapan Direct Backup untuk Perlindungan Data yang Lebih Baik

Penerapan Direct Backup untuk Perlindungan Data yang Lebih Baik

Perlindungan data merupakan salah satu fungsi yang paling dasar dalam teknologi informasi dan terus menjadi tantangan. Isu termasuk waktu yang dibutuhkan untuk membuat cadangan data dan biaya yang berkaitan dengan infrastruktur dan administrasi. Meningkatnya tuntutan kapasitas hanya memperburuk masalah tersebut. Backup secara langung dapat memberikan dukungan terhadap strategi perlindungan data organisasi.

Penerapan Direct Backup Secara Umum

Dibanding dengan menggunakan media atau server backup yang salinan datanya di bawah kendali cadangan perangkat lunak, perubahan terbaru untuk model perlindungan data memiliki sistem penyimpanan di bawah arahan dari aplikasi atau melalui integrasi dengan aplikasi yang melindungi data yang ditujukan ke sistem pencadangan menggunakan kemampuan canggih melalui jaringan penyimpanan.

Hal ini menghilangkan kebutuhan akan media server yang terpisah atau cadangan data yang bergerak dari sistem penyimpanan untuk server dan kemudian ke perangkat penyimpanan. Pemulihan data penting atau kritis, akan beroperasi dengan cara yang sama yakni data yang tersimpan pada sistem target cadangan dalam format disk dikembalikan langsung ke sistem penyimpanan di bawah kontrol aplikasi.

“Direct Backup Dalam Nama Lain”

Seperti biasa dalam industri teknologi informasi, ada beberapa kebingungan dengan terminologi. Teknik Direct Backup adalah sebuah nama umum yang digunakan untuk merujuk pada pemindahan data secara langsung dari sistem penyimpanan ke perangkat target. Istilah ini telah digunakan untuk Protokol Manajemen Jaringan Data seperti perangkat NAS dan sekarang digunakan untuk sistem penyimpanan blok. EMC menggunakan istilah untuk yang ProtectPoint backup langsung dari EMC VMAX dan XtremIO untuk sistem Domain Data, seperti halnya NetApp dengan software SnapVault nya. Hewlett Packard menggunakan teknik flat bakcup berjangka untuk melindungi data pada HPE 3PAR StoreServ dan sistem HC 250 untuk target HPE StoreOnce. Untuk keperluan tip ini, direct backup dan flat back up memiliki arti yang sama.

Selama proses backup, sistem penyimpanan salinan data yang dipilih (biasanya volume) untuk sistem target cadangan (biasanya disebut backup ke disk) dan kemudian menggunakan teknologi snapshot untuk pencadangan data yang diubah ke sistem target cadangan di bawah kontrol dari perangkat lunak aplikasi. Perangkat lunak aplikasi terintegrasi dengan perangkat lunak manajemen cadangan langsung menggunakan API atau fitur asli bawaan. Aplikasi diaktifkan untuk digunakan dengan direct backup termasuk seperti pada Oracle RMAN, SAP, SQL Server, dan aplikasi Microsoft lainnya melalui Volume Shadow Copy Service dan mesin virtual VMware.

Dampak Perubahan dari Penerapan Direct Backup

Perubahan terbesar ketika menggunakan fasilitas sistem penyimpanan untuk melindungi data perusahaan atau instansi pemerintahan mungkin merupakan bidang yang memiliki tanggung jawab tersendiri. Dengan mengintegrasikan aplikasi untuk memulai backup dan restore, tanggung jawab untuk mengelola perlindungan data dan mengembalikan dapat berpindah ke bagian administrator aplikasi.

Kemudian, administrator backup menjadi bertanggung jawab untuk melindungi infrastruktur aplikasi mereka, termasuk penyimpanan dan aplikasi untuk operasional perusahaan. Hal ini dapat secara signifikan mengubah model pengiriman layanan dan menawarkan pelanggan lebih banyak kontrol dan tanggung jawab.

Direct backup dapat mengurangi biaya lisensi berdasarkan kapasitas untuk perangkat lunak backup dan sejumlah media atau server backup. Teknologi ini juga menghilangkan kapasitas pencadangan untuk sistem-sistem penyimpanan yang dapat didukung dengan penerapan direct backup. Akibatnya, biaya perlindungan data dapat berubah lebih hemat secara dramatis.

Perimbangan Penting dalam  Penerapan Direct Backup

Hanya beberapa sistem penyimpanan blok ynag dapat di dukung teknologi direct backup , dan setiap sistem menjadi unik bagi tiap-tiap vendor. Perangkat target cadangan juga secara khusus diaplikasikan untuk perangkat lunak para vendor.

Beberapa prosedur operasional akan berubah, dan beberapa aplikasi yang akan dilindungi harus terintegrasi dengan sistem backup secara langsung. Sedangkan keuntungan pasti dalam mempertimbangkan perubahaan ini adalah organisasi masih harus mempertimbangkan risiko terhadap lingkungan mereka.

Dalam mengelola masalah perlindungan data tersebut dapat dilihat pilihan penyimpanan data yang memungkinkan manajemen backup data secara langsung dan aplikasi kritis yang dapat didukung. Secara keseluruhan, perlindungan data harus menjadi bagian dari kriteria evaluasi saat membeli penyimpanan.

Akhirnya, hal ekonomis terkait dengan kapasitas dan sifat jangka panjang dalam menjaga informasi cadangan data harus dipertimbangkan.