Mempertajam Manajemen Server dan Strategi Monitoring

tips manajemen servertips manajemen server untuk profesional data center

Manajemen server yang efektif memerlukan pemantauan, dokumentasi, dan terkadang perlu memindahkan lokasi server. Temukan tips manajemen server terbaik dan cara menerapkannya pada data center perusahaan anda.

Pengelolaan dan pemantauan server merupakan bagian penting dari administrasi data center. Ini memerlukan pandangan menyeluruh tentang server yang harus di kelola, strategi pemantauan dan persiapan yang matang dari apa yang harus dilakukan setelah server Anda berhenti bekerja. Dan, dalam industri yang kompleks dengan kombinasi cloud dan Colocation, manajemen server semakin membutuhkan rencana yang matang.

Tips Manajemen Server

Berikut adalah tips untuk mengasah strategi pengelolaan server dan pemantauan server, dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan IT Anda.

  • Jangan sampai dokumentasi jadi hal yang membosankan

    Untuk dapat mengelola server secara efektif, Anda memerlukan dokumentasi yang benar. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang server Anda, dari nomor seri dan model ke rincian SCSI dan tipe antarmuka. Jika itu adalah server virtual, Anda harus menyertakan vendor virtualisasi, produk hypervisor dan versi ke dalam inventaris.

    Proses ini bisa sangat membosankan jika dilakukan manual. Anda bisa menggunakan skrip kustom, seperti yang ada di Windows Server PowerShell, agar dapat secara otomatis menangkap konfigurasi server dan persediaan. Melaksanakan strategi manajemen perubahan menyeluruh untuk mencegah perubahan sistem yang menyebabkan gangguan yang tidak disengaja ke sistem lain. Sebagai contoh, konfigurasi state yang diinginkan Microsoft memastikan bahwa setiap komponen perangkat keras atau perangkat lunak tidak berubah dari keadaan sebelumnya.

  • Pemantauan adalah kunci untuk mencegah pemborosan sumber daya

    Meskipun konsolidasi dan virtualisasi telah mengurangi masalah ruang di data center hari ini, 30% server dianggap koma atau “server zombie,” menurut Institut Uptime. Server ini menyedot sumber daya mahal tanpa menawarkan kegunaan apapun. Entah secara langsung atau tidak langsung, server zombie tidak perlu hog power dan cooling energy.

    Pengelolaan dan pemantauan server yang hati-hati sangat penting untuk mereduksi sistem zombie. Pertama, pilih salah satu platform manajemen infrastruktur data center (DCIM), database manajemen konfigurasi atau alat otomatis buatan sendiri. Dengan alat yang Anda pilih, pantau penggunaan CPU dan daya listrik. Kemudian, identifikasi sumber daya yang kurang dimanfaatkan untuk mengenali dan menghilangkan server zombie. Pilihan alternatif adalah menetapkan anggota staf untuk secara teratur mengukur tingkat utilisasi server.

  • Upgrade atau ganti?

    Bagian penting dari strategi monitoring dan manajemen server adalah keputusan apakah akan melakukan upgrade atau penggantian keseluruhan sistem yang sudah berumur. Biasanya lebih hemat biaya untuk melakukan upgrade saja, namun ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti kurva pertumbuhan dan kinerja. Jika upgrade memori atau penyimpanan Anda tidak bertahan sampai siklus anggaran berikutnya, pada akhirnya Anda bisa kena lebih mahal.

    Jika server Anda dapat mengakomodasi drive solid-state, memindahkannya dari disk drive yang berputar dapat meningkatkan kinerja secara dramatis. Tapi peningkatan ini dapat menyebabkan masalah kinerja. Perlu diingat, perbaikan pada satu bagian sistem mungkin memaksa bagian lain untuk mencoba mengikuti, yang dapat menimbulkan masalah kemacetan.

    Ketika upgrade, jenis server membuat perbedaan. Server blade disertai dengan lock-in vendor yang kuat, yang membuat penambahan komponen off-the-shelf komersial (COTS) sulit dilakukan. Dan terkadang, mengupgrade ke server blade bukan menjadi pilihan yang baik, karena vendor mungkin tidak terus memproduksi.

    Server rak, di sisi lain, lebih mudah untuk di upgrade. Server rak memiliki umur 3 sampai 4 tahun pada sebagian besar perusahaan. Selain itu, pilihan untuk menambahkan komponen COTS pada umumnya lebih mungkin terjadi pada server rak, yang dapat membuat peningkatan versi menjadi lebih mudah.

  • Lakukan persiapan perpindahan dengan benar

    Pada beberapa titik selama proses pengelolaan dan pemantauan server, Anda mungkin perlu merencanakan perpindahan dari in-house ke fasilitas colocation server dimana ini merupakan sebuah proses yang memerlukan banyak persiapan. Hitung daya, ruang dan pendinginan yang Anda perlukan untuk server yang akan digunakan. Karena banyak fasilitas colo memiliki rak pra-kabel mereka sendiri, Anda mungkin perlu mendistribusikan server secara berbeda dan membuat peta fisik baru untuk peralatan Anda.