Layanan Public Cloud Verizon Tutup, Pelanggan Diberi Waktu 2 Bulan untuk Pindahkan Data

Layanan public cloud verizon di tutupLayanan public cloud verizon di tutup (img by zdnet)

Perusahaan Telkom “Verizon Communications” yang beberapa tahun lalu memiliki ambisi besar pada bisnis layanan public cloud kini telah menutup layanan publik coloud tersebut dalam menghadapi persaingan dengan pemain besar lainnya seperti Amazon Web Services dan Microsoft Azure.

Para pelanggan layanan public cloud tersebut diberi waktu dua bulan dari Februari 2016 untuk memindahkan data mereka atau akan terhapus selamanya per April 2016.

Perusahaan Telkom Verizon Tutup Layanan Public Cloud

Perusahaan telkom ini membeli sebuah fasilitas data center dari TerremarkĀ  yang kemudian “dihibahkan” ke layanan CloudSwitch sembilan bulan kemudian untuk mendukung bisnis cloud computing tersebut. Pada akhir tahun 2013 Verizon mengumumkan bahwa unit layanan baru Public Cloud mereka memiliki kekuatan infrastruktur tiga kali lipat pada tujuh cloud data center mereka.

Sudah sejak lama para pemerhati pasar layanan public cloud menganggap pembukaan layanan public cloud oleh perusahaan telkom tersebut adalah sebuah ambisi yang terlalu besar, yang mana pasar public cloud telah di dominasi oleh Amazon Web Services. Hal tersebut menjadi hampir tidak mungkin bersaing dengan AWS, Azure ataupun dengan Google Cloud Platform di pasar yang menawarkan cloud computing dengan basis biaya per jam.

Dalam persaingan industri cloud computing, para perusahaan raksasa tersebut telah selangkah lebih maju dalam penggunaan cloud VMs sehingga dapat memberikan layanan public cloud yang sangat murah namun dang infrastruktur IT yang besar dan tersebar di beberapa benua.

Demikian seperti HP dan Dell yang melakukan beberapa upaya untuk menjadi penyadia layanan cloud computing namun gagal, kecuali hanya IBM yang masih bertahan dipasar dan secara bertahap memperluas kapasitas cloud data cneter mereka di seluruh belahan dunia.

Penyebab Public Cloud Verizon Tutup

Seperti pada banyak perusahaan Telkom, Verizon menyatakan bahwa layanan telekomunikasi regular telah banyak dikenal dan dipakai secara umum akan lebih bagus lagi jika diberikan produk tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan telkom Verizon.

Seharusnya Verizon memahami bahwa mereka harus membangun teknologi sendiri dan tidak tergantung dengan teknologi pihak lain jika memang benar-benar ingin bersaing secara global sebagai penyedia jasa cloud yang bertujuan menyaingi Amazon.

Salah satu faktor yang paling rumit adalah hardware dan antarmuka pemrograman aplikasi (API) dari Verizon Public Cloud serba berbeda, hal ini tidak dapat dianggap sebagai masalah sepele dalam lingkungan VM. Pihak Verizon menyatakan bahwa layanan public cloud tersebut ditutup karena masalah pemrosesan pembayaran dengan kartu kredit terhadap layanan cloud mereka.

Selanjutnya perusahaan telkom tersebut menawarkan layanan Virtuap Private Cloud sebagai alternatif, yang mana harganya biasanya jauh lebih mahal daripada layanan public cloud. Layanan yang mereka tutup hanyalah layanan public cloud dan Reserved Performance Cloud Spaces.

Tentunya ada pelajaran yang dapat diambil dari fenomena bisnis public cloud perusahaan telkom Verizon ini, terutama pada teknologi data center seperti yang dipaparkan diatas. (ign)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*