Keberatan Umum Menggunakan Backup dan Disaster Recovery

Keberatan Umum Untuk Menggunakan Jasa Backup dan Disaster Recovery

Menggunakan jasa backup dan disaster recovery center bagi beberapa perusahaan mungkin mereka berpikir bahwa hal ini agak sedikit mirip seperti membeli asuransi kesehatan, dimana mereka belum merasakan pentingnya mengadakan data center cadangan untuk backup dan mitigasi bencana jika sistem masih dapat berjalan secara normal sampai suatu masalah serius benar-benar terjadi dan akhirnya malah membutuhkan biaya yang lebih besar serta kehilangan pendapatan secara signifikan.

Jika klien anda berpikir bahwa hal tersebut tidak akan pernah terjadi dengan alasan mereka memiliki perangkat dan staff terbaik dalam pengelolaan infrastruktur IT, maka anda dapat berikan pertimbangan statistik tentang mitigasi bencana dan kelangsungan bisnis:

  • Sekitar setengah dari semua bisnis di negara maju telah mengalami beberapa jenis bencana yang cukup buruk untuk menghentikan operasi, baik karena bencana alam maupun faktor salah konfigurasi, serangan, ataupun kelankaan perawatan infrastruktur.
  • Beberapa pemadaman listrik hanya berlangsung selama beberapa jam, namun lebih dari 80 persen berlangsung lebih lama dari satu hari!
  • Bahkan jika memiliki downtime untuk hanya beberapa jam selama sebulan hal ini dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Untuk perusahaan kecil, biaya satu jam downtime adalah sekitar Rp. 100jt, untuk perusahaan besar? Sebuah kerugian yang dikumpulkan oleh para peneliti adalah sekitar Rp. 9.3 milyar per jam!

Sebagian perusahaan mungkin merasa “tidak mampu” untuk memiliki cadangan data center untuk solusi pemulihan bencana, namun banyak perusahaan kecil sengaja menolak dengan keberatan untuk memiliki solusi tersebut. Sebagai penyedia Managet IT Services tentunya anda tidak dapat membiarkan klien anda menderita kerugian karena downtime dan jika hal tersebut terjadi pada klien anda tentu dampaknya juga tidak baik untuk usaha managed service anda.

Keberatan Umum Untuk Menggunakan Jasa Backup dan Disaster Recovery

Berikut adalah keberatan yang paling umum untuk menggunakan jasa backup data center dan solusi disaster recovery, serta bagaimana Anda dapat menangani mereka.

  • Keengganan Karena Harga

    Ada satu hal mengenai backup data center yang benar-benar kuat dan perangkat lunak untuk disaster reocery adalah tidak murah. Keengganan klien untuk membayar software high-end ditambah dengan perasaan superior dan pola pikir “bencana dan kegagalan tidak akan pernah bisa terjadi pada perusahaan saya” menyebabkan kebutuhan Backup Disaster Recovery ditempatkan pada prioritas paling bawah.

    Cara untuk menangani keberatan ini adalah dengan tidak berfokus pada harga, akan tetapi mengenai manfaat besar solusi Backup dan Disaster Recovery serta jelaskan statistik untuk memberi gambaran bahwa perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika usaha mereka terpukul dengan kegagalan sistem. Contoh seperti ini dapat diambil secara lokal di Indonesia, baik di perusahaan swasta maupun di pemerintahan yang pada akhirnya mereka harus mengeluarkan biaya dan ivestasi lebih besar lagi untuk data membangun data center yang sebetulnya malah kemungkinan merupakan suatu pemborosan.

    Sajikan statistik mengenai biaya mahal untuk pemulihan sistem dan kerugian bisnis selama downtime, dan alangkah baiknya jika pada kondisi sistem masih normal perusahaan tersebut sudah mempersiapkan diri dari downtime sehingga meminimalkan para pesaing bisnis mereka untuk merebut tempat mereka di pasar. Jelaskan juga bahwa kegagalan sistem dapat mudah terjadi pada sebuah infrastruktur IT karena hal-hal yang tidak dapat diduga atau karena faktor yang belum terpikirkan masa sekarang ini.

    Kendala lain dalam mengatasi keberatan dari sisi biaya, mungkin klien anda beranggapan bahwa Backup dan Disaster Recovery merupakan sesuatu yang mudah, murah bahkan gratis. Memang mereka benar, ada solusi backup file dan filder yang tidak lebih dari Rp. 150rb per bulan. Dibandingkan dengan solusi cadangan pemulihan bencana yang benar-benar kuat di harga sekitar Rp. 8jt per bulan tentu para pengguna akhir lebih memilih yang lebih murah.

    Tugas anda adalah memberikan edukasi mengenai perbedaan besar antara pilihan solusi yang lebih mahal dan yang murah. Solusi yang lebih murah tersebut umumnya tidak menyediakan pencadangan berbasis gambar, tidak mem-backup mail server, dan tidak cepat dalam pemulihan bencana sehingga jika terjadi kegagalan sistem di data center perusahaan tersebut, maka seluruh aplikasi tidak dapat dijalankan dalam hitungan jam dan ini malah akan mengakibatkan perusahaan tersebut harus mengalami kerugian ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Mengingat bahwa sebagian besar kehilangan data disebabkan bukan oleh bencana alam, opsi solusi murah seperti cukup baik dalam satu hal namun tidak akan dapat banyak membantu untuk masalah yang lebih besar, sehingga kesimpulannya adalah perbedaan kapasitas.

  • Waktu Yang Dibutuhkan Manajemen

    Banyak solusi lama untuk backup dan disaster recovery di pasar yang memakan waktu lama untuk mengelola. Mereka membutuhkan seorang teknisi untuk memeriksa sistem backup dan mengatur virtualisasi serta melakukan pengujian backup-dan-recovery. Yang benar bagi banyak solusi backup dan recovery adalah bahwa akan ada banyak tugas pemulihan, tugas administrasi yang membosankan, yang mana diperlukan baik pada hal setup dan pemeliharaan.

    Untungnya, platform full managed backup dan pemulihan bencana didukung oleh sekelompok tim teknisi bersertifikat pada pusat operasi jaringan (NOC) yang dapat menghilangkan beban kerja sehari-hari yang melelahkan bagi manajemen perusahaan. Bagi banyak pengguna akhir, keberatan ini dapat ditangani hanya dengan sedikit sosialisasi bahwa mereka mungkin tidak tahu bahwa solusi tersebut dapat banyak melepaskan beban pikiran-waktu-dan-tenaga pada manajemen mereka, dan persepsi mereka tentang software backup-recovery adalah bahwa hal tersebut merupakan sepotong kerumitam dari perangkat lunak, mitos tersebut dapat mudah dihilangkan dengan menggunakan jasa full managed backup dan sistem disaster recovery.

  • Anggapan Sebagai Barang Mewah

    Pada akhirnya sebagian besar perusahaan secara sederhanan berpikir bahwa mereka tidak memerlukan solusi backup dan disaster recovery. Bisa jadi dalam pikiran mereka solusi backup recovery merupakan sebuah perangkat tikus masa kini untuk sebuah barang mewah yang tidak diperlukan. Untuk menangani keberatan ini dapat digunakan teknik anekdot positif dan negatif.Keberatan Umum Untuk Menggunakan Jasa Backup dan Disaster Recovery

    Anekdot negatif disini bukanlah untuk menakut-nakuti klien, akan tetapi untuk memberikan gambaran nyata dengan sebuah fakta yang terjadi ketika suatu perusahaan terjadi bencana. Dan dengan pemahaman bisnis klien, tentunya anda dapat lebih menggambarkan apa yang akan terjadi jika perusahaan klien anda tersebut mengalami kegagalan sistem atau bencana seperti kebanjiran, kebakaran, dan bencana alam. Berikan perhitungan untuk estimasi biaya kerugian downtime sehingga klien anda dapat memahami resiko yang belum pernah mereka pikirkan sebelumnya (intangible risk).

    Anekdot positif, dapat dilakukan dengan memberikan contoh perusahaan Jepang. Mereka di wilayah yang sering terjadi bencana alam seperti gempa namun perusahaan mereka tetap dapat berdiri, dan hal ini tidak terlepas dari dukungan backup data center sebagai strategi pemulihan bencana. Sehingga terdapat dua fungsi yang dapat dipahami oleh klien anda untuk backup dan disaster recovery center, yakni: pencegahan dan pemulihan.

    Jika perusahaan di Jepang tersebut tidak memiliki strategi mitigasi bencana dengan backup dan disaster recovery, tanyakan ke client anda – bagaiman perusahaan tersebut memulai kembali aktifitas operasional mereka setelah bencana selesai jika sebagian besar data mereka rusak ? Hal ini dapat anda ceritakan lebih baik lagi pada perusahaan-perusahaan yang notabene merupakan perusahaan pesaing perusahaan Jepang seperti perusahaan Taiwan di Indonesia, perusahaan Korea, Amerika dan lainnya.

Solusi backup dan pemulihan bencana tidak seharusnya diabaikan begitu saja atau ditunda penerapannya di perusahaan client anda. Sudah banyak contoh kasus kerugian besar dan bahkan sampai mengakibatkan suatu perusahaan harus tutup atau di akuisisi oleh pihak lain hanya karena downtime. Jangan biarkan client anda sampai mengalami hal tersebut!

Komentar ditutup.