Menyelaraskan Manfaat dan Resiko dari Infrastruktur Konvergen

Manfaat dan Resiko dari Infrastruktur Konvergen

Data center di seluruh dunia semakin bekerja berat untuk pengolahan dan kendala konektivitas. Juga dihadapi keterbatasan sumber daya listrik, pendinginan dan ruang. Pada saat yang sama, pengekangan belanja modal memaksa organisasi untuk memikirkan kembali strategi data center mereka. Salah satu jalan,  banyak organisasi mengeksplorasi untuk melibatkan infrastruktur konvergen. Berpindah dari server tertutup, penyimpanan, data dan proses untuk lebih efisien dalam penggunaan listrik dan ruangan yang tersedia.

Infrastruktur Konvergen Berawal Dari Cloud

Konsep infrastruktur konvergen berasal dari perusahaan cloud Seperti Amazon dan Google. Perusahaan-perusahaan ini menempatkan penekanan pada biaya rendah, kemudahan penggunaan dan self-service yang cepat. Mereka mencoba untuk menggunakan arsitektur infrastruktur yang ada, tapi dengan cepat mereka menyadari bahwa hal tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Mereka menginginkan infrastruktur yang jauh lebih murah untuk menjalankan aplikasi pada seluruh skala. Hal tersebut memerlukan sistem software-defined dalam mengtasi ketergantungan hardware untuk fitur tambahan dan upgrade. Sebagai perusahaan cloud, mereka ingin kelincahan, keamanan dan keandalan sistem on-premise sehingga mereka dapat melayani dalam skala global.

Sejalan dengan pemikiran cloud, infrastruktur data center terkonvergensi dapat berfungsi sebagai platform yang memungkinkan untuk layanan komputasi awan privat dan publik, menjadi infrastruktur (IaaS), Platform (PaaS) atau perangkat lunak sebagai layanan (SaaS). Beberapa karakteristik infrastruktur konvergen cocok untuk penyebaran di cloud, penyatuan sumber daya IT di lingkungan hybrid dengan mengotomatisasi penyediaan sumber daya. Ini juga mendukung kelincahan skalabilitas IT untuk memenuhi kebutuhan beban kerja komputasi yang dinamis.

Infrastruktur konvergen tetap merupakan teknologi yang berkembang, dengan tujuan utama:

  • Mengontrol semua sumber daya di atas hypervisor dengan software;
  • Antarmuka program aplikasi (API) dan teknologi penerjemahan mesin virtual (VM) memungkinkan infrastruktur konvergen untuk digunakan pada perangkat keras dan antarmuka dengan hypervisor apapun;
  • Software konvergensi menerjemahkan VM dari satu hypervisor menggunakan hardware lain yang mendasari standar untuk menyebarkan hyperconvergence pada server blade, rak-mount server dan sebagainya;
  • Otomatisasi integrasi cross-platform dan orkestrasi kontrol dapat membangun kekuatan “generasi baru data center” dan model cloud.

Penerapan Infrastruktur Konvergen Pada Perusahaan

Ketika memilih sistem konvergensi, tingkat otomatisasi yang terkait dengan pengelolaan seluruh lingkungan IT merupakan faktor penting. Setiap investasi pada infrastruktur konvergen akan berdampak pada infrastruktur perusahaan selama bertahun-tahun yang akan datang. Jadi infrastruktur IT perlu diadopsi untuk jangka waktu investasi 5 sampai 10 tahun.

Ada biaya dan keuntungan yang bisa diperoleh dari infrastruktur konvergen bagi perusahaan:

Pertama, infrastruktur konvergen dapat menurunkan belanja modal dan belanja operasional:

  • Peralatan dan siklus hidup perangkat lunak lebih panjang jika data center dapat meningkatkan penggunaan server dan mengurangi jumlah koneksi kabel serta jaringan;
  • Belanja operasional lebih rendah dengan mengurangi kebutuhan staf ketika infrastruktur manajemen jaringan dan manajemen data center terhubung secara otomatis, dan penyimpanan dikonsolidasikan.

CI juga dapat meningkatkan kinerja:

  • Virtualisasi jaringan untuk protokol internet dan penyimpanan Fibre Channel;
  • Memungkinkan konsol manajemen tunggal.

Menyeimbangkan Manfaat dan Resiko

Momentum infrastruktur konvergen telah dicapai selama lima tahun terakhir. Hal ini menjanjikan penyederhanaan tugas pengelolaan IT, sementara secara bersamaan menurunkan belanja peralatan, memperpendek waktu pelaksanaan dan mengurangi keterlibatan staff. Sehingga layak untuk dipertimbangkan, mengingat bahwa beberapa studi implementasi infrastruktur konvergen dunia nyata menunjukkan penghematan melebihi 20% pada tahun pertama.

Namun, infrastruktur konvergen masih terus dikembangkan – dan mungkin ada beberapa catatan yang perlu kita ingat:

  • Infrastruktur konvergen dapat menurunkan biaya modal dan operasional – tapi bagaimana terhadap kegunaan bagi bisnis dan konsolidasi sistem yang tepat ? Akankah sistem infrastruktur konvergen dapat memberikan keunggulan kompetitif yang dibutuhkan bagi bisnis ?
  • Pastikan untuk mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi dan kemudian menurunkan kriteria keberhasilan yang terukur. Ketika mengubah paradigma sistem data center, fungsi IT harus memiliki indikator kinerja utama yang jelas untuk menguatkan keputusan investasi mereka.
  • Mengidentifikasi kedua isu kinerja operasional dan aplikasi yang ingin Anda ringankan. Tidak semua aplikasi cocok dengan arsitektur infrastruktur konvergen. Biasanya, dalam industri vertikal seperti institusi keuangan dan perbankan – dimana pengolahan dan kecepatan transmisi adalah hal yang terpenting untuk kesuksesan bisnis – untuk fokus pada konvergensi bisa menimbulkan resiko kehilangan keunggulan kompetitif. Demikian pula, aplikasi yang sangat sensitif mungkin tidak dapat digelar sampai terpenuhi persyaratan kepatuhan yang relevan jika mereka berada dalam lingkungan terkonvergensi. Jadi pastikan untuk menguji aplikasi bisnis inti dalam lingkungan infrastruktur konvergen sebelum melakukan penyebaran.
    Memahami kematangan IT perusahaan. Perubahan dalam komputasi, storage dan jaringan mempengaruhi struktur tim IT. Adakah isu lintas masalah terhadap kompetensi ? Berapa banyak pelatihan / perekrutan diperlukan?

Melaksanakan Dengan Praktik Terbaik

Membawa infrastruktur konvergen ke dalam lingkungan komputasi perusahaan seharusnya tidak menjadi hal “buang-pakai”. Tetapi hal ini dapat mengidentifikasi tantangan dan lokasi mana yang perlu di letakkan secara online. Dalam sebuah data center yang sangat terbebani, mungkin tepat untuk meng-upgrade platform dengan memberikan aplikasi bisnis yang diperlukan – dan penyebaran VDI di lokasi cabang dapat menghasilkan pengalaman infrastruktur konvergen dapat berguna sebelum diadopsi untuk aplikasi inti di data center perusahaan.

Komentar ditutup.