Perusahaan Asing Semakin Berminat Dengan Colocation Indonesia

Indonesia Sebagai Target Market Colocation Terbesar di Asia

Server merupakan media penunjang yang sangat penting di era sekarang ini. Terlebih lagi, sekarang banyak hal yang membutuhkan teknologi informasi sebagai penggerak utama dalam bidang tertentu. Keberadaan server dibutuhkan baik itu oleh perusahaan, institusi, ataupun perseorangan yang bergerak di bidang teknologi komunikasi maupun informasi. Perusahaan dan pemerintahan di Indonesia harus cepat merespon fenomena indeks evolusi digital di Indonesia. Kini Indonesia merupakan target market colocation yang sangat menggiurkan bagi perusahaan asing.

Colocation

Colocation server merupakan tempat penyedia layanan untuk menyimpan atau menitipkan server di data center yang mempunyai standar keamanan fisik dan infrastuktur, seperti: kestabilan arus listrik, flooring, UPS, kestabilan akses internet, dan sebagainya. Tempat untuk menyimpan server tersebut biasanya disebut colocation atau data center.

Colocation server lebih cocok untuk perusahaan besar yang tentunya  mempunyai  dana  operasional yang besar pula. Perusahaan-perusahaan asing yang memiliki colocation di Indonesia tentunya juga adalah perusahaan besar mengingat untuk membangun fasilitas data center sebagai pusat colocation server di Indonesia juga membutuhkan banyak modal. Namun, bagi perusahaan yang berpengalaman, tentunya memiliki tingkat keyakinan dalam berinvestasi di bidang ini. Walaupun Indonesia sudah menjadi target market colocation paling menarik di Asia Pasifik, namun hal ini perlu di perkuat oleh pemerintah. Terutama untuk memberikan iklim investasi yang kondusif bagi para investor.

Colocation Perusahaan Asing di Indonesia

Indonesia Sebagai Target Market Colocation Terbesar di AsiaDi dalam  Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) disebutkan bahwa seluruh perusahaan baik yang lokal maupun asing yang melayani sektor publik di Indonesia dan yang melayani transaksi elektronik wajib menempatkan server pada data center yang berlokasi Indonesia.

Memang cukup banyak perusahaan asing yang menjalankan bisnisnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan pangsa pasar yang lumayan besar. Perusahaan berskala besar memang sudah terbiasa menempatkan server di luar negara mereka termasuk Indonesia. Akan tetapi membangun sebuah server tidak hanya membutuhkan dana yang sedikit, milyaran hingga trilyunan rupiah.

Pada awalnya, banyak perusahaan asing yang enggan memasang colocation di Indonesia. Hal ini dikarenakan menurut pengamatan mereka, keadaan dan sistem Indonesia membuat mereka pesimis. Mereka menaruh harapan yang kecil pada sistem kebijakan, iklim politik,  maupun persediaan pasokan listrik di Indonesia yang tidak memadai.

Akan tetapi pemerintah Indonesia mulai menunjukkan geliat baik. Sejak tahun 2014 hingga akhir tahun 2015, Rudiantara beserta Kementrian Komunikasi dan Informasi melakukan koordinasi dengan Kementrian ESDM, Sudirman Said. Kedua pihak ini melakukan koordinasi terkait pasokan listrik untuk para penyedia fasilitas data center (data center provider) yang ada di Indonesia.

Setelah para perusahaan asing melihat usaha dan konsitensi dari menkominfo, di tahun berikutnya setidaknya sampai 2016, semakin banyak perusahaan asing yang berminat colocation di Indonesia.

Kebutuhan akan pasokan listrik untuk para penyedia fasilitas data center  ini sebenarnya juga merupakan tantangan tersendiri. Secara tidak langsung, sebenarnya hal ini bisa menimbulkan perluasan sumber energi listrik yang tidak berasal dari minyak bumi maupun batubara. Alternatif sumber energi lain juga sebenarnya bisa mengurangi polusi di bumi Indonesia.

Indonesia Sebagai Target Market Colocation yang Besar

Berdasarkan statistik selama ini, Indonesia menduduki peringkat keempat dalam kategori jumlah penduduk terbanyak di dunia. Selain itu, Indonesia termasuk negara yang konsumtif. Oleh karena itu, Indonesia merupakan sasaran market yang cukup besar baik untuk produk  lokal maupun asing.

Salah satu hal yang sangat terlihat adalah penggunaan gadget yang hampir merata di semua lapisan masyarakat. Dari berbagai kisaran harga hingga berbagai merek, rasanya cukup banyak variannya yang tersedia di pasar Indonesia. Penggunaan gadget ini tentunya juga mempengaruhi hal-hal lain terkait sistem komunikasi dan informasi.

Populasi yang besar serta pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup pesat semakin membuat penggunaan Internet juga meningkat drastis. Hal ini merupakan potensi pasar yang menggiurkan bagi para perusahaan asing.

Penggunaan kartu SIM pada handphone, kepemilikan akun jejaring sosial, dan seterusnya tentunya membutuhkan server untuk menyimpan data-data pelanggan. Belum lagi perusahaan lain, seperti bank asing yang juga beroperasi di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah pun membuat regulasi terkait pemasangan server data yang berlokasi di Indonesia. Keberadaan server di Indonesia ini tentunya juga memiliki beberapa keuntungan bagi kita.

Untuk masalah keamanan data, sistem ini dapat dijaga dengan masing-masing perangkat firewall dan keamanan perangkat lunak yang bisa dibuat sendiri.

Keuntungan  Colocation Perusahaan Asing di Indonesia

Colocation perusahaan asing yang ada di Indonesia tentunya mendukung proses operasional yang lebih cepat dan handal. Selain itu keberadaan server yang ada di Indonesia juga mengurangi beban server yang ada di luar negeri (pusat).  Dengan demikian, perusahaan asing yang memiliki colocation di Indonesia bisa meningkatkan efisiensi dan performa pelayanan bagi pelanggannya di Indonesia.

Saat ini pemerintah sedang membangun waduk-waduk yang bisa digunakan sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan (green data center) untuk pusat data. Hal ini tentunya merupakan langkah bagus sebagai upaya alternatif perluasan sumber energi. Sebagai mana Indonesia telah menjadi target market colocation yang paling di prioritaskan banyak pihak, tentunya para pengusaha di sektor pendukung dapat bergerak secara proaktif.

Dukungan dan regulasi terhadap pemasangan server perusahaan asing di Indonesia ini bisa dinilai sebagai sebuah upaya serius dari pemerintah. Hal ini adalah komitmen dari pemerintah untuk mendorong majunya teknologi dan informasi di Indonesia. Selain itu, regulasi ini juga dibuat sebagai salah satu upaya untuk melindungi data dari masyarakat Indonesia.