Dell Akuisisi Data Center EMC Senilai Rp. 780 Triliun

Dell Akuisisi Data Center EMC Senilai Rp. 780 Triliun

Tanggal 7 September 2016 merupakan tonggak sejarah baru dalam nilai akuisi sebuah bisnis. Dell Inc mengatakan telah sepakat untuk akuisisi Data Center EMC tersebut senilai $ 60 miliar. Transaksi ini termasuk untuk beberapa anak perusahaan EMC seperti VMware. Dell yang sebelumnya produsen perangkat hardware, kini semakin merambah ke perangkat lunak.

Tujuan Perusahaa Setelah Akuisisi Data Center DellEMC

Perusahaan baru tersebut diberi nama “Dell Technologies”. Bertujuan untuk menjadi one-stop shopping untuk teknologi informasi. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 140.000 orang di seluruh dunia dan akan mempertahankan operasi di lokasi kantor EMC Hopkinton, Mass. Saat ini Dell Technologies memiliki pendapatan sekitar Rp. 962 Triliun. Dell Technologies akan menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Penggabungan dua perusahaan raksasa tersebut untuk menghadapi perkembangan pasar teknologi informasi sekitar US$ 2 Triliun atau sekitar Rp. 26.000 triliun.

Dengan rantai pasokan yang mereka miliki dan kekuatan skala go-to-market, posisi mereka sangat baik untuk pasar teknologi seperti Server, Storage, Desktop, Virtualisasi. Ini juga termasuk pada pasar transformasi digital seperti Software Defined Data Center, Hybrid Cloud, Converged Infrastructure, Mobile dan Security. Sebagaimana pasar komputasi perusahaan telah bergeser ke teknologi yang lebih baru dan layanan cloud, Dell mengantisipasi konsolidasi di pasar untuk server konvensional dan perangkat keras penyimpanan.

Kompleksitas Merger Dell EMC

Dell dan perusahaan mitra investasi mereka “Silver Lake” mengumpulkan utang lebih dari $ 40 miliar. Perusahaan juga membawa lebih dari $ 5 miliar melalui perjanjian untuk menjual bisnis layanan IT dan divisi perangkat lunak. Proses kesepakatan telah berlangsung 11 bulan sebelumnya dan cukup kompleks.

Dell tidak hanya membeli perusahaan data center EMC tapi sekaligus anak perusahaan yang sepenuhnya dan sebagian dimiliki. Termasuk perusahaan cybersecurity “RSA Security LLC”, perusahaan pengembang perangkat lunak “Pivotal Software Inc.”, perusahaan cloud-software “Virtustream” dan vendor perangkat lunak virtualisasi “VMware”.

Dell bukan merupakan perusahaan go-public, EMC dan anak perusahaan merupakan perusahaan publik, disini terletak kompleksitasnya. Akibatnya, Dell sebagai perusahaan non publik, harus mengajukan laporan keuangan triwulanan kepada pihak Securities and Exchange Commission.

Dell mengatakan bahwa, jauh dari tekanan dari Wall Street untuk menyampaikan perbaikan laba kuartalan, Dell Teknologi yang baru akan memiliki kebebasan untuk berinvestasi dalam teknologi baru seperti Internet of Things, evolusi komputasi awan, cybersecurity dan analisis prediktif. Semua itu merupakan bidang yang menarik bagi Dell untuk berinvestasi.

Latar Belakang Merger Dell EMC Dari Segi Bisnis

Merger antara Dell dan EMC juga merupakan respon terhadap menurunnya penjualan secara keseluruhan pada kedua perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan oleh pergeseran teknologi ke arah perangkat mobile. Margin hardware seperti server dan storage yang digunakan dalam komputasi awan semakin rendah.

Menurut International Data Corp, penjualan PC secara Global mengalami penurunan. 9,8% pada 2013, 10,4% pada tahun 2015 dan diperkirakan akan turun lagi 7,3% tahun ini dengan penjualan sebesar Rp. 2.093 triliun. Namun hal ini mereka koreksi lagi setelah di kuartal kedua tahun 2016 ternyata ada kenaikan 3% dari perkiraan tersebut. Sedangkan untuk pasar server juga diperkirakan menurun sekitar 1.3% per tahun untuk empat tahun kedepan dengan total nilai Rp. 832 triliun.

Penggabungan Dell dan EMC memberikan perusahaan tersebut kesempatan untuk mengambil keuntungan dari kekuatan yang saling melengkapi dalam penjualan. Menurut IDC, Dell menempati peringkat ketiga dalam penjualan PC internasional untuk segment UKM. Sedangkan EMC, menempati peringkat penjualan tertinggi sebagai vendor penyimpanan yang mana telah membuat terobosan pada perusahaan besar. Bersama-sama, kedua perusahaan mungkin bisa lebih banyak menjual produk Dell untuk pelanggan EMC, menurut para analisis.

Pergerakan Saham EMC

pergerakan saham emc setelah akuisisi data centerPara pemegang saham EMC akan menerima Rp. 312.500 per saham secara tunai, selain saham pelacakan baru dikeluarkan terkait dengan sebagian dari kepentingan ekonomi EMC dalam bisnis VMware. Berdasarkan perkiraan jumlah saham EMC beredar pada penutupan transaksi, pemegang saham EMC diharapkan menerima sekitar 0.111 saham dari saham pelacakan baru untuk setiap saham EMC.

Pergerakan saham tahunan EMC menunjukan telah melampaui level kenaikan di Oktober 2015. Dan secara teknis, trend pergerakan saham EMC sedang dalam kondisi symmetrical ascending. Dengan dasar fundamental per Oktober 2015 saat diumumkan akan bergabung dengan Dell, hingga saat transaksi akuisisi dilakukan, saham EMC diperkirakan dapat terus menanjak.

Fenomena akuisisi perusahaan teknologi diperkirakan akan terus berlanjut, terutama akuisisi terhadap perusahaan teknologi data center. Akuisisi tersebut akan melibatkan jumlah yang fantastis, sehubungan dengan era IoT dan Big Data yang semakin jelas peta perkembangan pasarnya di mata para pemain di industri teknologi informasi.