Data Center di Perusahaan Akan Usang di Era Cloud ?

Pengkajian Ulang Teknologi Data Center di Perusahaan

Sepuluh tahun yang lalu setelah Amazon Web Service diluncurkan, banyak para CIO merasakan adanya satu ancaman modern yang paling “mengganggu konsentrasi” data center di perusahaan-perusahaan besar di dunia. Dan pergeseran serta pengembangan cloud terus terjadi dari hosting saja ke arah lainnya seperti license on demand, IaaS, dan layanan “on-demand” lainnya.

Lantas akan timbul sebuah pertanyaan “apakah jika semua inftrastruktur, software dan keperluan lainnya dapat dilayani oleh para penyedia cloud services maka apakah masih berguna data center di perusahaan ? akankah data center internal akan menjad barang usang ?”

Setelah melalui beberapa dekade, dunia cloud secara komersil telah merubah pola komputasi, dimana salah satu survey berpendapat bahwa di tahun 2016 sebanyak 89% pelaku bisnis akan menggunakan layanan public cloud sebagai mana pemerintahan juga mulai melirik apakah ke arah Edge Data Center ataukah memakai Private Cloud.

Pertumbuhan kapasitas cloud komersil cukup mengejutkan, pada tahun 2013 Microsoft mengumumkan bahwa mereka memiliki lebih dari satu juta server, sementara setahun kemudian – Google telah menghabiskan lebih dari Rp. 66 triliun untuk investasi setengah dari data center mereka. Sebagian kecil perusahaan di dunia dapat menghabiskan Rp. 266 tiliun per tahun untuk menambah infrastruktur IT mereka.

Namun, untuk jenis work load yang semakin dituntut lebih tinggi pada era “big data”, perbandingan merupakan salah satu alternatif dalam persaingan. Seperti pada konferensi IEEE eScience di Fall 2012 bahwa model komputasi dengan sistem NSF secara mendasar perlu dirubah dalam menghadapi peningkatan kebutuhan secara eksponen pada cloud komersil.

Pengkajian Ulang Teknologi Data Center di Perusahaan

Revolusi cloud sangat berdampak pada sektor teknologi, anda dapat melihat dengan jelas dalam hasil bisnis perusahaan seperti HP dan IBM. Untuk memastikan hal tersebut, penyedia teknologi legacy mulai merangkul sistem cloud. Mereka mengubah bisnis mereka dari membangan dan menjalankan infrastruktur on-premis untuk memberikan layanan berbasis cloud.

Kenyataan pahitnya adalah bahwa ini merupakan sebuah tranformasi yang merusak, untuk setiap investasi yang keluar hanya sebagian kecil datang kembali melalui layanan cloud. Ini adalah janji besar dari era cloud, memaksimalkan skala ekonomi, pemanfaat sumber daya yang efisien dan berbagi kemampuan kecerdasan yang unik.

Fokus Pelanggan pun semakin bergesar ke penyederhanaan bisnis yang kompleks dari sisi Infrastruktur IT, karena kompleksitas memiliki dua resiko yakni teknis dan bisnis. Sebagian penyedia layanan berbasis cloud dapat memberikan solusi menyeluruh untuk kebutuhan IT. Mulai sekarang pun kita dapat melihat bahwa layanan cloud services menawarkan solusi terintegrasi secara vertikal untuk menjawab berbagai kebutuhan usaha.

Berkat inovasi dan elastisitas cloud yang modern, keamanan jaringan akhirnya dapat mengurangi beban perusahaan dan para staff IT, sementara kualitas layanan dan pengalaman pelanggan secara dramatis dapat meningkat. Ini merupakan suatu pengakuan bahwa kekuatan perubahan ke arah cloud akhirnya akan meliputi seluruh sektor bisinis di dunia dan vendor keamanan IT seperti juga vendor TI lainnya harus dapat beradaptasi dengan perubahaan ini atau mereka dapat menjadi “layu”.

Dan kini era perdagangan managed hardware telah tiba untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur IT di perusahaan-perusahaan secara real time dan dengan skala hampir tidak terbatas. Untuk perusahaan kecil dan menengah, tentu cloud services dapat menjadi pilihan utama sebagai saran penunjang perkembangan bisnis mereka agar dapat maju lebih pesat. Sedangkan untuk perusahaan besar seperti industri, manufaktur, dan institusi keuangan maka data center perusahaan anda dapat di virtualisasikan dan dibuatkan sistem cloud oleh para konsultan data center seperti Elitery data center & managed services yang juga memberikan layanan untuk manajemen data center perusahaan.

Komentar ditutup.