Rangkuman Berita Data Center Paling Hangat di Tahun 2016

Berita Data Center Terhangat Tahun 2016

Pemadaman, akuisisi dan inovasi server mendorong minat diskusi dan implementasi pada praktisi IT perusahaan di tahun 2016. Berikut melihat kembali pada lima dari berita data center terbesar dari tahun ini.

Berita Pasar Data Center pusat pada tahun 2016 membentang pada berbagai topik yang mempengaruhi anggaran belanja IT perusahaan. Inovasi Cloud dan Server mendominasi banyak diskusi, sementara sejumlah pemadaman mendorong beberapa tim untuk menyelidiki strategi pemulihan bencana mereka dan memeriksa kemitraan vendor mereka.

Berita Data Center Terhangat di Tahun 2016

Downtime di Verizon mempengaruhi industri penerbangan, dan merger Dell-EMC terus menggoyang lanskap pasar Data Center. RHEL 8 juga menggelitik minat para pengguna yang mencari peng-integrasi-an Red Hat dan Microsoft.

Berikut Data Center terhangat dan paling banyak di bicarakan sepanjang tahun 2016.

Bergerak Kembali dari Cloud ke Colocation Data Center

Salah satu berita data center di awal tahun 2016 datang ketika Groupon mengakui bahwa Cloud bukan jawaban dari tuntutan perusahaan yang sudah mulai berkembang. Ketika biaya cloud mencapai USD 200.000 per bulan (sekitar Rp. 2.6 Milyar lebih), mungkin sudah saatnya untuk melihat ke pilihan lain, kata Harmail Chatha, Direktur Pperasi Data Center Global, Groupon.

Baca juga mengenai: Dropbox Memindahkan Layanan Cloud kembali ke Colocation Center.

Groupon memulia infrastruktur mereka pada sebauh layanan Cloud, tetapi mulai bergerak jauh dari itu pada tahun 2011 sehingga mereka mencari alternatif yang lebih efektif dan efisien dari segi biaya. Pada awal 2016, Groupon memindahkan 95% dari lingkungan produksi ke dalam ruang colocation data center, dengan 5% sisanya di tetap di AWS Cloud.

Kebutuhan daya yang tinggi memaksa Groupon untuk mengembangkan sistem penahanan dingin-lorong dalam arsitektur (HVAC, Hot Isle Cold Isle), dan model pemrograman linear perusahaan membantu untuk mengoptimalkan ruangan. Groupon telah memperluas jejak data center dua kali sejak pindah ke Vantage Data Center pada tahun 2011.

Masa Depan Integrasi Red Hat dengan Microsoft Mendapat Dorongan

Pembaruan RHEL 8 pada cakrawala untuk Red Hat sebagai server OS yang memukul jatuh tempo. Tanggal rilis untuk RHEL 8 belum diumumkan, namun pasar data center menyambut integrasi dengan Microsoft tersebut untuk lebih fokus pada hal yang lebih besar yakni keamanan.

Dengan versi RHEL saat ini, ketergantungan pada paket tetap merupakan masalah. Pengguna berharap bahwa RHEL 8 akan meringankan ketergantungan ini, dan meningkatkan stabilitas untuk perubahan infrastruktur dan penyebaran. RHEL 8 terlihat dpat menawarkan instalasi versi yang minimal untuk pengguna, dan kesempatan lebih mudah membuat lapisan paket yang dapat digunakan pada perusahaan IT.

Kontainer dan Orkestrasi Kontainer

Docker semakin menggebrak dunia DevOps dengan sistem light-weight portabel yang memungkinkan perusahaan menerapkan pola kerja DevOps. Dengan platform kontainerisasi Docker, tim pengembang dan operasional dapat lebih cepat merespon dinamika dan perkembangan pasar seperti tuntutan pelanggan, inovasi dan sebagainya. Orkestrasi kontainer memecah batasan-batasan pada sistem IT yang kompleks, dengan menghasilkan pemusnahan terhadap ketergantungan locked-in. Tentunya bahasan ini mencakupi masalah penghematan biaya yang fantastis dan beberapa kisah sukses lainnya.

Kedaulatan Data Akan Di Terapkan di Setiap Negara

Baik melalui pertimbangan teknis, bisnis, maupun kenegaraan, Kedaulatan Data menjadi topik yang banyak dibicarakan di seluruh Dunia. Terutama setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (BreXit). Hal ini mempengaruhi negara lain di seluruh Dunia. Seperti di Afrika, Indonesia, dan Vietnam yang mulai menerapkan Peraturan untuk Kedaulatan Data.

Sebuah Asosiasi Industri Data Center di Indonesia, IDPRO, mulai mengajukan inisiatif pada pemerintah RI untuk memulai penegakkan kedaulatan data di Indonesia pada tahun 2017 ini (PP 82 Tahun 2012 dan Permen 20 Tahun 2016 Kominfo). Tentunya, hal ini harus dapat disambut baik oleh seluruh perusahaan di Indonesia.