Asosiasi Provider Data Center Indonesia Sudah Berdiri

asosiasi data center indonesiadoc: elitery

Perkembangan dunia teknologi informasi Indonesia meningkat pesat sejak beberapa tahun ini, hal ini selaras dengan hasil riset yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga penelitian yang menyatakan bahwa pada pertumbuhan data center Indonesia menembus dua digit (27%) yang mana hal ini juga di dorong dengan peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2012. Hal ini memberikan tanda bahwa diperlukan suatu asosiasi provider data center Indonesia.

Asosiasi Provider Data Center Indonesia

asosiasi provider data center indonesia

doc: elitery

Perusahaan asing akan semakin banyak berdiri di Indonesia, hanya saja mereka memerlukan informasi dimana akan menempatkan data. Sebetulnya untuk penempatan data dapat dimana saja, dengan teknologi yang ada mungkin hanya masalah latency dan data loss yang dapat terjadi, namun jika ada benturan peraturan ataupun gangguan hubungan antar kedua negara maka masalah besar akan timbul, untuk itu penempatan data di Indonesia bagi seluruh perusahaan adalah suatu hal yang mutlak.

Hal tersebut menjadi dasar pembentukan Indonesia Data Center Provider Association atau Asosiasi Provider Data Center Indonesia yang pada tanggal 30 Mei 2016 yang telah disepakati oleh 6 perusahaan data center terbesar di Indonesia yakni Elitery, DCI, GTN, NTT Nex Center, XL dan Telkom Sigma dengan Prof Kalamullah Ramli dari Universitas Indonesia ditunjuk sebagai ketua asosiasi datacenter indonesia ini.

Dalam hal ini asosiasi provider data center Indonesia dapat bertindak sebagai sebuah lembaga riset dan kajian memberikan informasi serta saran baik ke pemerintah Indonesia maupun kepada para pengguna data center dan perusahaan asing baik sebagai pengguna maupun sebagai vendor dan investor fasilitas data center di Indonesia.

Trend Digitalisasi di Indonesia juga akan turut mempengaruhi perkembangan industri data center di Indonesia dengan demikian akan banyak investor dari seluruh dunia yang tertarik untuk berinvestasi pada industri tersebut sepanjang peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2012 tersebut dapat tetap dijalankan sebagaimana semestinya yang mensyaratkan seluruh perusahaan yang melakukan aktifitas transaksi elektronik wajib untuk menempatkan server di Indonesia baik untuk operasional maupun untuk backup.

Secara teknis, data center di Indonesia telah memenuhi syarat standarisasi internasional untuk sebuah data center dan demikian dengan pengelolaannya, namun untuk mendorong kepercayaan global memang diperlukan adanya sebuah wadah untuk menjadi “juru bicara” yang berkompeten untuk menyampaikan informasi selain dari pihak pemerintah.

Dengan adanya asosiasi provider data center Indonesia maka kepercayaan perusahaan global terhadap penempatan data di data center Indonesia akan semakin tinggi dan ini dapat meningkatkan skalabilitas data center di Indonesia secara keseluruhan dan membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia dan juga dapat mendorong pertumbuhan tenaga ahli data center di Indonesia. Ini adalah tonggak sejarah dunia data center Indonesia.

Komentar ditutup.