5 Cara Migrasi Data Perusahaan Agar Terhindar Dari Masalah

cara migrasi data perusahaan

Terlepas dari jenis media penyimpan data perusahaan yang menampung data Anda, cara migrasi data bisa menjadi proses yang rumit. Menurut sebuah perusahaan riset dan analis TI independen di Eropa, lebih dari separuh dari semua proyek migrasi data mengalami penundaan jadwal. Hal ini terjadi meskipun perusahaan menghabiskan sekitar $ 5 miliar per tahun untuk migrasi data.

Sebuah organisasi non-profit di dengan segelintir kantor yang tersebar telah membuat beberapa kesalahan migrasi data karena berusaha memindahkan perpustakaannya ke sistem pengelolaan perpustakaan open source yang baru dan komprehensif. Perusahaan ingin meninggalkan sistem kepemilikan lama yang tidak fleksibel dan yakin bahwa migrasi data sangat mudah, bahkan mudah.

Apa Penyebab Kegagalan Migrasi Data ?

Dalam hal proses cara migrasi data, para pustakawan menemukan, tidak pernah semudah yang dijanjikan oleh para ahli TI. Ternyata mereka membuat kesalahan umum, dimulai dengan tidak merencanakan waktu yang cukup untuk melakukan migrasi data terlebih dahulu. Akibatnya, mereka bergegas memindahkan data, yang membuat mereka membuat kesalahan yang ceroboh, seperti menggunakan pembatas yang salah untuk memisahkan elemen data. Ini mudah diperbaiki, namun setiap kesalahan menambahkan beberapa hari dalam proyek migrasi data.

Kesalahan lainnya lebih serius jika salah dalam penerapan cara migrasi data. Misalnya, mereka gagal sepenuhnya memikirkan berbagai cara untuk menggunakan datanya di sistem yang baru. Mereka juga ingin menghapus catatan duplikat sebelum migrasi tapi kehabisan waktu sebelum menyelesaikan tugas. Hal ini menyebabkan mereka memigrasikan beberapa data duplikat.

Namun, organisasi tersebut melakukan beberapa hal dengan benar. Setelah data batch pertama dimigrasikan, misalnya, mereka mengujinya sebelum melakukan apapun lagi. Sebagian besar manajer IT menganggap migrasi data sebagai tugas rutin dan kurang perhatian terhadap cara migrasi data yang benar.

Migrasi data dapat gagal atau bermasalah karena beberapa alasan:

  • Proses penyalinan gagal.
  • Server macet.
  • Perangkat penyimpanan target mogok atau menjadi tidak terjangkau.
  • Masalah minor yang terjadi di data center (array failure).
  • Sebuah masalah data center utama terjadi (kegagalan sistem yang lengkap).
  • Data buruk dari awal atau rusak saat migrasi berlangsung.

Ketakutan terbesar pada migrasi data adalah risiko terhadap integritas data. Team IT perusahaan harus berusaha untuk memastikan integritas data selama proses migrasi. Jika tidak, perusahaan tidak dapat yakin data itu lancar, akurat atau lengkap. Dalam kasus terburuk, perusahaan bahkan tidak dapat mengidentifikasi secara pasti salinan data terakhir yang valid.

Lima Praktik Terbaik Cara Migrasi Data Perusahaan

Untuk melindungi data selama migrasi, Anda harus mengikuti lima praktik terbaik ini:

  1. Pahami, pilih dan cari data untuk bermigrasi sejak awal

    Ketahuilah data apa yang akan di pindahkan, lokasinya, dan bentuk yang perlu diambil saat tiba di tempat tujuannya.

  2. Ekstrak, bersihkan, ubah dan deduplikasikan data.

    Semua data memiliki masalah. Gunakan migrasi data sebagai kesempatan untuk membersihkan data. Deduplikasi data adalah proses yang menghilangkan duplikasi data yang berlebihan dan mengurangi overhead penyimpanan

  3. Pindahkan data secara sistematis dengan menerapkan kebijakan migrasi data.

    Misalnya, batasi proses migrasi data hanya pada jam malam disaat penggunaan jaringan rendah dan tidak akan mengganggu operasional.

  4. Uji dan validasi.

    Uji data yang di migrasikan untuk memastikan keakuratan dan dalam format yang diharapkan. Tanpa menguji dan memvalidasi data yang dimigrasikan, Anda tidak dapat yakin dengan integritasnya.

  5. Mengaudit dan mendokumentasikan prosesnya.

    Kepatuhan terhadap peraturan mengharuskan Anda mendokumentasikan setiap tahap proses migrasi data dan untuk melestarikan jejak audit yang jelas tentang siapa yang melakukan, data apa yang di pindahkan dan kapan dilakukan migrasi data tersebut.

Kita dapat mempelajari dari kasus data-corrupt pada sebuah Bank ternama di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Dimana proses transformasi digital dari layanan lama (Online Banking) ke Aplikasi Fintech mengharuskan mereka melakukan migrasi data. Dari 14 juta nasabah bank tersebut, terdapat puluhan akun yang mengalami kegagalan migrasi data.

Jadi, untuk menghindari masalah dalam migrasi data, ikuti 5 cara migrasi data tersebut sepenuhnya, tidak bisa sebagian. Sebagai antisipasi, Anda juga akan memerlukan layanan cloud backup yang dapat di andalkan untuk beberapa waktu. Sehingga pada akhirnya, tujuan migrasi data dapat tercapai dan berjalan mulus.